Apa Yang Terjadi Ketika Anda Belajar Bermurah Hati
Bacaan Hari ini:
Amsal 10:22 “Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya. ”Bayangkan ada seorang ayah membawa putranya ke McDonald's dan membelikannya banyak sekali kentang goreng. Dalam perjalanan pulang, si ayah berpikir, "Wah, kentang goreng itu baunya sangat enak sekali.” Namun, ketika dia mengulurkan tangannya untuk meraih satu kentang goreng, putranya menepis tangannya dan berkata, “Ayah tidak boleh ambil. Ini kentang gorengku!”
Sambil menyetir, si ayah berpikir, “Wah. Anak saya lupa bahwa sayalah sumber dari semua yang dia miliki. Saya membawanya ke McDonald's, memesan kentang goreng, membayarnya, dan menyerahkan paket kentang goreng itu kepadanya. Satu-satunya alasan bagaimana dia punya kentang goreng itu adalah karena saya!
“Tapi, anak saya tidak sadar bahwa saya bisa saja mengambil kentang goreng itu jika saya mau. Saya bisa saja merebutnya dan memakannya sendiri. Atau, saya bisa saja membelikan dia satu truk penuh berisikan kentang goreng! “Apalagi, saya sebenarnya tidak butuh kentang gorengnya. Kalau mau, saya bisa saja membelinya buat diri saya sendiri. Tapi saya ingin agar anak saya belajar untuk menjadi tidak egois. "Jika berbicara tentang Tuhan dan keuangan Anda, apakah Anda pernah mendapati diri Anda seperti kisah anak laki-laki dengan kentang gorengnya tadi? Ketika Anda merasa Tuhan sedang mengarahkan Anda untuk menggunakan uang Anda lewat suatu cara yang spesifik, apakah Anda mendorong Dia menjauh dan menyimpan uang Anda untuk diri Anda sendiri?
Dalam cerita tadi, si ayah ingin putranya belajar tiga hal yang juga merupakan pelajaran yang sama yang Tuhan ingin Anda pelajari soal uang. Pertama, Dia ingin Anda tahu bahwa itu bukan uang Anda. Sesungguhnya Anda tidak punya apa-apa; segala sesuatu yang Anda anggap adalah milik Anda merupakan pinjaman dari Tuhan. Lalu, Dia dapat mengambil uang Anda dalam sekejap, atau sebaliknya melipatgandakannya. Dan terakhir, yang paling Dia inginkan dari semuanya ialah supaya Anda belajar untuk tidak menjadi egois dan menjadi semakin serupa seperti Dia.
Apa yang terjadi ketika Anda belajar untuk lebih bermurah hati dengan uang Anda? Anda menjadi kurang egois — kian memiliki sifat yang sama seperti Tuhan — dan kemudian Dia akan memberkati Anda lebih banyak lagi sebab Dia bisa mempercayai Anda.
“Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya” (Amsal 10:22). Belajar mempercayai Tuhan dengan uang Anda dan menjadi semakin serupa dengan Dia dalam penggunaan uang merupakan proses seumur hidup. Hari ini, mulailah membuat pilihan-pilihan yang akan menggerakkan Anda untuk mewujudkan tujuan ini.
Anda tidak akan menyesal!
Renungkan hal ini:
- Pernahkah Anda menyesal memberi dengan murah hati kepada Tuhan?
- Apa satu hal yang dapat Anda lakukan hari ini untuk taat kepada Tuhan dengan uang Anda?
- Apakah Anda percaya Tuhan hendak memberkati Anda dengan lebih banyak uang? Mengapa atau mengapa tidak?
Ingatlah apa yang Anda miliki semua karena kemurahan hati Tuhan, bukan karena kepandaian, kemampuan dan kekuatan Anda sendiri.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
Gambar :
Amsal 10:22 “Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya. ”Bayangkan ada seorang ayah membawa putranya ke McDonald's dan membelikannya banyak sekali kentang goreng. Dalam perjalanan pulang, si ayah berpikir, "Wah, kentang goreng itu baunya sangat enak sekali.” Namun, ketika dia mengulurkan tangannya untuk meraih satu kentang goreng, putranya menepis tangannya dan berkata, “Ayah tidak boleh ambil. Ini kentang gorengku!”
Sambil menyetir, si ayah berpikir, “Wah. Anak saya lupa bahwa sayalah sumber dari semua yang dia miliki. Saya membawanya ke McDonald's, memesan kentang goreng, membayarnya, dan menyerahkan paket kentang goreng itu kepadanya. Satu-satunya alasan bagaimana dia punya kentang goreng itu adalah karena saya!
“Tapi, anak saya tidak sadar bahwa saya bisa saja mengambil kentang goreng itu jika saya mau. Saya bisa saja merebutnya dan memakannya sendiri. Atau, saya bisa saja membelikan dia satu truk penuh berisikan kentang goreng! “Apalagi, saya sebenarnya tidak butuh kentang gorengnya. Kalau mau, saya bisa saja membelinya buat diri saya sendiri. Tapi saya ingin agar anak saya belajar untuk menjadi tidak egois. "Jika berbicara tentang Tuhan dan keuangan Anda, apakah Anda pernah mendapati diri Anda seperti kisah anak laki-laki dengan kentang gorengnya tadi? Ketika Anda merasa Tuhan sedang mengarahkan Anda untuk menggunakan uang Anda lewat suatu cara yang spesifik, apakah Anda mendorong Dia menjauh dan menyimpan uang Anda untuk diri Anda sendiri?
Dalam cerita tadi, si ayah ingin putranya belajar tiga hal yang juga merupakan pelajaran yang sama yang Tuhan ingin Anda pelajari soal uang. Pertama, Dia ingin Anda tahu bahwa itu bukan uang Anda. Sesungguhnya Anda tidak punya apa-apa; segala sesuatu yang Anda anggap adalah milik Anda merupakan pinjaman dari Tuhan. Lalu, Dia dapat mengambil uang Anda dalam sekejap, atau sebaliknya melipatgandakannya. Dan terakhir, yang paling Dia inginkan dari semuanya ialah supaya Anda belajar untuk tidak menjadi egois dan menjadi semakin serupa seperti Dia.
Apa yang terjadi ketika Anda belajar untuk lebih bermurah hati dengan uang Anda? Anda menjadi kurang egois — kian memiliki sifat yang sama seperti Tuhan — dan kemudian Dia akan memberkati Anda lebih banyak lagi sebab Dia bisa mempercayai Anda.
“Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya” (Amsal 10:22). Belajar mempercayai Tuhan dengan uang Anda dan menjadi semakin serupa dengan Dia dalam penggunaan uang merupakan proses seumur hidup. Hari ini, mulailah membuat pilihan-pilihan yang akan menggerakkan Anda untuk mewujudkan tujuan ini.
Anda tidak akan menyesal!
Renungkan hal ini:
- Pernahkah Anda menyesal memberi dengan murah hati kepada Tuhan?
- Apa satu hal yang dapat Anda lakukan hari ini untuk taat kepada Tuhan dengan uang Anda?
- Apakah Anda percaya Tuhan hendak memberkati Anda dengan lebih banyak uang? Mengapa atau mengapa tidak?
Ingatlah apa yang Anda miliki semua karena kemurahan hati Tuhan, bukan karena kepandaian, kemampuan dan kekuatan Anda sendiri.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
Gambar :
Posting Komentar untuk " Apa Yang Terjadi Ketika Anda Belajar Bermurah Hati"