BERBAHAGIALAH ORANG YANG DIINGAT TUHAN
Baca: Mazmur 25:1-22
"Dosa-dosaku pada waktu muda dan pelanggaran-pelanggaranku janganlah Kauingat, tetapi ingatlah kepadaku sesuai dengan kasih setia-Mu, oleh karena kebaikan-Mu, ya TUHAN." Mazmur 25:7
Semua orang pasti berharap dirinya selalu diingat dan tidak dilupakan oleh sesamanya, seperti teman, kerabat atau saudara. Betapa sedih dan kecewanya bila pada suatu kesempatan kita bertemu dengan teman lama, ternyata teman kita itu sudah tidak lagi mengingat kita alias lupa.
"Dosa-dosaku pada waktu muda dan pelanggaran-pelanggaranku janganlah Kauingat, tetapi ingatlah kepadaku sesuai dengan kasih setia-Mu, oleh karena kebaikan-Mu, ya TUHAN." Mazmur 25:7
Semua orang pasti berharap dirinya selalu diingat dan tidak dilupakan oleh sesamanya, seperti teman, kerabat atau saudara. Betapa sedih dan kecewanya bila pada suatu kesempatan kita bertemu dengan teman lama, ternyata teman kita itu sudah tidak lagi mengingat kita alias lupa.
Kita patut bersyukur, sekalipun manusia bisa saja melupakan dan tidak
lagi mengingat kita tapi Tuhan tak pernah melupakan kita. "Jika aku
melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang
Kautempatkan: apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak
manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?" (Mazmur 8:4-5).
Alkitab menegaskan orang benarlah yang selalu diingat oleh Tuhan, "...orang benar itu akan diingat selama-lamanya."
(Mazmur 112:6). Namun ada seorang penjahat yang diingat Tuhan, karena
pada saat akhir perjalanan hidupnya ia merendahkan diri dan
berpengharapan penuh kepada Tuhan.
Oleh karena imannya itu Ia tidak
lagi memperhitungkan dosa-dosanya, sebaliknya Ia mengingat dan
menyelamatkannya. Orang itu adalah salah seorang penjahat yang
disalibkan bersama Tuhan Yesus. Ketika penjahat lain menghujat-Nya, "Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!" (Lukas 23:39), tetapi penjahat yang satunya justru berkata, "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja."
(Lukas 23:42).
Ketika Tuhan Yesus dalam keadaan tak berdaya, masih
tergantung di atas kayu salib, penjahat ini percaya bahwa Dia adalah
Raja. Karena imannya berkatalah Tuhan Yesus kepadanya, "...sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus." (Lukas 23:43).
Walaupun tadinya penjahat itu sama seperti penjahat lain di sebelah
Tuhan Yesus, namun ia telah membuat keputusan penting dalam hidupnya
yaitu bertobat dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pada
saat ia masih berada di atas kayu salib. Ia menerima Tuhan Yesus
sebagai Raja sebelum ia mati.
Kehidupan di masa lalu tak menentukan keselamatan:
asal kita mau bertobat, langkah terakhir dari hidup ini yang menentukan!
Sumber : airhidupblog.blogspot.co.id