Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Serangan Bom Mobil Tewaskan 47 Orang di Mali

Ilustrasi Bom Mobil. (Reuters/Anil Usyan)
Jakarta, Pemerintah Mali menyatakan setidaknya 47 orang tewas dalam serangan bom mobil yang terjadi di Gao, Rabu (18/1).

Juru bicara militer, Diarran Kone, mengatakan 115 orang lainnya juga menderita luka-luka akibat serangan ini.

Ledakan terjadi ketika sebuah mobil yang membawa banyak bahan peledak memasuki kamp militer di kota tersebut.

Serangan ini adalah yang terparah dalam beberapa tahun terakhir.

Wartawan Reuters tiba di lokasi beberapa saat setelah ledakan. Dia mengatakan puluhan jenazah tergeletak di tanah, di antara korban lain yang terlika.

Ambulans segera mendatangi lokasi dan helikopter terbang mengelilingi lokasi.

Presiden Ibrahim Boubacar Keita pun menyatakan tiga hari berkabung nasional.

"Ini sangat mengerikan," kata Kader Toure, salah seorang warga. "Serangan terjadi ketika mereka sedang melaksanakan apel."

Sementara itu, juru bicara pasukan penjaga perdamaian PBB mengatakan mobil yang digunakan pelaku merangsek masuk ke dalam kamp dan menabrak orang-orang yang ada di depannya.

"Setelah itu, mobil itu meledak di tengah 600 orang yang sedang apel," ujarnya.

Kamp tersebut adalah rumah bagi pasukan pemerintah dan sejumlah anggota pasukan bersenjata lainnya yang melaksanakan patroli gabungan, mengamankan perjanjian perdamaian yang diprakarsai PBB.

Intervensi Perancis pada 2013 mengusir beberapa kelompok militan, termasuk sel Al Qaidah yang menguasai bagian utara Mali setahun sebelumnya.

Walau demikian, kelompok militan tersebut masih beroperasi di kawasan dan pemberontak pun berseteru dengan milisi pro pemerintah. 
 
 
 
 
Sumber: cnnindonesia.com