SEMUA YANG DI BAWAH MATAHARI ADALAH SIA-SIA
Baca: Pengkhotbah 1:1-11
"Kesia-siaan belaka, kata Pengkhotbah, kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia." Pengkhotbah 1:2
Uang, kekayaan, jabatan, pangkat dan juga popularitas adalah perkara-perkara yang selalu dikejar oleh semua orang yang ada di muka bumi ini.
"Kesia-siaan belaka, kata Pengkhotbah, kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia." Pengkhotbah 1:2
Uang, kekayaan, jabatan, pangkat dan juga popularitas adalah perkara-perkara yang selalu dikejar oleh semua orang yang ada di muka bumi ini.
Ketika seseorang memiliki semuanya itu ia berpikir hidupnya
sudah lengkap dan tak ada yang patut dikuatirkan lagi, karena dunia
selalu mengukur dan menilai keberhasilan hidup seseorang dari apa yang
dimiliki atau yang tampak oleh mata jasmaniah, padahal semuanya itu
hanya bersifat sementara dan sampai kapan pun takkan pernah memberikan
kepuasan, sebab "...mata tidak kenyang melihat, telinga tidak puas mendengar." (ayat 8).
Bukan kebetulan jika kitab ini ditulis oleh Salomo, "...anak Daud, raja di Yerusalem." (ayat 1). Alkitab menyatakan bahwa "Raja Salomo melebihi semua raja di bumi dalam hal kekayaan dan hikmat."
(1 Raja-Raja 10:23). Salomo adalah raja yang memiliki segalanya:
kekayaan, jabatan dan juga popularitas. Meski demikian hal itu tidak
serta merta membuatnya bangga, justru ia berkata, "...kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia." (ayat nas).
Pada hakekatnya segala sesuatu yang dimiliki dan dibangun oleh manusia akan berakhir dengan kesia-siaan. "Aku telah melihat segala perbuatan yang dilakukan orang di bawah
matahari, tetapi lihatlah, segala sesuatu adalah kesia-siaan dan usaha
menjaring angin." (Pengkhotbah 1:14).
Dalam hal hikmat, "...hikmat Salomo melebihi hikmat segala bani Timur dan melebihi segala hikmat orang Mesir."
(1 Raja-Raja 4:30). Dengan harta dan kekayaan yang melimpah, secara
teori Salomo dapat mengalami kebahagiaan hidup, karena apa yang
diinginkan dan kehendaki bisa terpenuhi. Namun ternyata Salomo tidak
menemukan kebahagiaan dan kepuasan yang sejati. "Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai
kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Inipun sia-sia." (Pengkhotbah 5:9-10).
Banyak orang ingin mendapatkan kebahagiaan dan kepuasan dengan cara
mengkonsumsi narkoba, pergi ke dunia malam dan sebagainya, namun ruang
hati mereka tetap kosong dan gersang, bahkan hidup mereka semakin
hancur.
Hidup tanpa takut akan Tuhan adalah sia-sia belaka;
"Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya?
Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?"
Matius 16:26
Sumber :airhidupblog.blogspot.co.id