JADILAH ORANG RENDAH HATI
Baca: Lukas 14:7-11
"Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan." Lukas 14:11
Secara naluriah manusia ingin dipuji, diperhatikan, diprioritaskan, dihargai dan tidak mau direndahkan atau disepelekan. Karena itu manusia cenderung meninggikan diri dan sulit merendahkan hati. Di zaman 'keras' seperti ini sulit menemukan orang yang rendah hati, karena kebanyakan orang berpikir bahwa kerendahan hati itu identik dengan kelemahan, di mana pamor atau gengsi akan turun.
Secara naluriah manusia ingin dipuji, diperhatikan, diprioritaskan, dihargai dan tidak mau direndahkan atau disepelekan. Karena itu manusia cenderung meninggikan diri dan sulit merendahkan hati. Di zaman 'keras' seperti ini sulit menemukan orang yang rendah hati, karena kebanyakan orang berpikir bahwa kerendahan hati itu identik dengan kelemahan, di mana pamor atau gengsi akan turun.
Kerendahan hati sesungguhnya adalah sifat bijak dalam diri
seseorang yang membuat ia dapat memposisikan dirinya sama dengan orang
lain, tidak merasa lebih pintar, tidak merasa lebih baik, tidak merasa
lebih mahir, tidak merasa lebih hebat, dan dapat menghargai orang lain
dengan tulus.
Inilah sifat yang harus kita miliki sebagai pengikut
Kristus, sebab Tuhan Yesus sendiri telah memberikan teladan hidup, "...yang
walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu
sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan
diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama
dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama," (Filipi 2:6-9).
Tanda orang punya kerendahan hati:
1. Berani mengakui kesalahan.
Karena gengsi, sedikit orang berani mengakui kesalahan sendiri di depan
sesamanya, bahkan di hadapan Tuhan; mereka lebih memilih
menyembunyikan kesalahannya dan berlaku munafik. "Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi." (Amsal 28:13).
2. Mau belajar dan diajar.
Proses 'belajar dan diajar' itu tidak hanya melalui pendidikan forman
di sekolah atau kampus, tetapi juga melalui 'sekolah' kehidupan
ketika kita berinteraksi dengan sesama di mana pun berada. Proses ini
tidak mengenal batasan usia dan waktu... "Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya." (Amsal 27:17).
"Tinggi hati mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan."
Amsal 18:12
Sumber : airhidupblog.blogspot.co.id