Ahok Harus Dijamin Hadir di Ruang Publik Tanpa Kriminalisasi
![]() |
Gomar Gultom (kanan) di Konferensi Pers Penjaminan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) agar tidak Ditahan, hari Jumat (20/1), di Tjikinii Lima, Jakarta Pusat. (Foto: Febriana DH) |
JAKARTA, Sekjen
Persekutuan Gereje-gereja di Indonesia (PGI), Gomar Gultom, yang juga
tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sipil untuk konstitusi (AMSIK),
menyatakan dukungannya atas hak Calon Gubernur DKI Jakarta, Basuki
Tjahaja Purnama (Ahok) untuk bisa menjalani masa kampanye serta Pilkada
DKI dengan baik tanpa dikriminalisasi.
“Pak Ahok juga harus dijamin keberadaannya untuk tampil di ruang
publik dalam menyampaikan visi dan misi tanpa dikriminalisasi. Dalam
kerangka itu, AMSIK melihat betapa pentingnya agar tidak ada seorang
calon pemimpin pun yang dihalangi dan dikriminalisasi,” ujar Gomar dalam
Konferensi Pers Penjaminan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) agar Tak
Ditahan, hari Jumat (20/1) siang, di Tjikinii Lima, Jakarta Pusat.
Dari konferensi pers, diketahui Ahok oleh penuntut umum dalam
persidangan dugaan penodaan agama yang tengah dijalaninya mendapat
tekanan untuk menjalankan penahanan. Sedangkan, saat ini Ahok tengah
berada dalam masa kampanye dengan rutin mengunjungi langsung warga DKI,
yakni yang kerap disebut dengan ‘blusukan’.
Gomar menilai, tekanan tersebut merupakan bentuk kriminalisasi yang
bisa menghalangi hak konstitusional Ahok. Padahal, tidak seharusnya hal
itu terjadi.
“Dengan adanya penghalangan hak konstitusional kepada salah satu
kandidat, bukan hanya kandidat yang dirugikan, tapi kita semua juga
dirugikan karena Pilkada DKI menjadi tidak berkualitas,” ujar Gomar.
Dengan alasan itu, Gomar yang tergabung dalam AMSIK bersatu untuk
menolak adanya tindakan-tindakan yang dianggap melanggar hak Ahok
sebagai calon gubernur.
“Kami dari AMSIK memberikan diri agar Ahok di tengah proses hukumnya
tidak dihalangi hak-haknya melalui penahanan. Selain itu, tujuannya
supaya pilkada bisa berkualitas. Agar semua tahu visi misi seluruh
kandidat dan menjadi tidak sembarang pilih,” tuturnya.
Gomar mengajak masyarakat untuk kembali kepada nilai-nilai Pancasila
agar intoleransi di Indonesia tidak dapat bertumbuh dan berkembang
pesat.
“Mari kembali ke Pancasila yang bisa merajut baik agama maupun suku.
Semua agama pasti terakomodasikan dengan Pancasila. Pancasila pasti
mempersatukan, bukan memecah belah,” katanya.
Sumber: satuharapan.com