Bukti Nyata Kasih Bapa
Baca: 1 Yohanes 5:6-12
"Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya." 1 Yohanes 5:11
Banyak orang Kristen memaknai natal dari sudut pandang yang berbeda-beda. Ada yang menganggap bahwa natal itu tak lebih dari sekedar momen untuk berkumpul dengan keluarga, kerabat atau teman; juga suatu momen di mana tiap-tiap gereja menggelar pesta sambil menghias diri dengan berbagai ornamen: pohon natal, lilin dan hiasan lampu.
"Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya." 1 Yohanes 5:11
Banyak orang Kristen memaknai natal dari sudut pandang yang berbeda-beda. Ada yang menganggap bahwa natal itu tak lebih dari sekedar momen untuk berkumpul dengan keluarga, kerabat atau teman; juga suatu momen di mana tiap-tiap gereja menggelar pesta sambil menghias diri dengan berbagai ornamen: pohon natal, lilin dan hiasan lampu.
Sebatas itukah pengertian kita memaknai natal? Inti natal bukan pada
meriahnya pesta atau perayaan... inti natal yang sejati adalah Bapa
telah memberikan anugerah-Nya bagi kita: "Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah
diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan
namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang
Kekal, Raja Damai." (Yesaya 9:5).
Kelahiran Kristus merupakan bukti nyata kasih Bapa yang tidak menginginkan manusia mengalami kebinasaan kekal, karena itu Ia memberikan putera-Nya untuk menjadi Juruselamat bagi dunia dan membebaskan manusia dari hukuman dosa.
Kelahiran Kristus merupakan bukti nyata kasih Bapa yang tidak menginginkan manusia mengalami kebinasaan kekal, karena itu Ia memberikan putera-Nya untuk menjadi Juruselamat bagi dunia dan membebaskan manusia dari hukuman dosa.
Yang menjadi dasar Bapa
memberikan Putera-Nya, Yesus Kristus, adalah kasih agape. Ekspresi kasih agape adalah berkorban. "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah
mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya
kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal." (Yohanes 3:16).
Kasih akan kehilangan makna esensialnya bila tidak disertai dengan pengorbanan.
Demikianlah kasih haruslah menjadi cara hidup kita anak-anak Tuhan. "...jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah." (Efesus 5:1-2).
Demikianlah kasih haruslah menjadi cara hidup kita anak-anak Tuhan. "...jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah." (Efesus 5:1-2).
Kasih adalah karakter yang bernilai mutlak: kasih kepada Tuhan dan
kepada sesama manusia. Kasih kepada Tuhan diwujudkan dengan cara kita
menuruti firman-Nya (baca Yohanes 14:21) dan mengasihi sesama (baca Yohanes 15:9-17).
Mengasihi sesama dapat dilakukan dengan cara melakukan yang baik kepada
orang sekitar kita, termasuk kepada musuh sekalipun, sebagaimana kita
inginkan orang lain perbuat kepada kita (baca Matius 7:12).
Natal mengingatkan kita
betapa besar kasih dan anugerah Bapa bagi kita!
Sumber: airhidupblog.blogspot.co.id
Gamber: google