Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

PERBURUAN TIKUS DI JAKARTA HANYA SEHARI DALAM SETAHUN

Djarot mengemukakan rencana perburuan tikus di Jakarta dan akan dihargai Rp20 ribu per ekor. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta,  Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengemukakan rencana perburuan tikus. Warga nantinya dipersilakan menangkap tikus dan akan dihargai Rp20 ribu per ekor.

Rencana ini tengah dimatangkan. Alasan utama perburuan lantaran hewan pengerat ini kerap jadi penyebab penyakit dan merusak berang kebutuhan rumah tangga dan peralatan kantor. Tikus menurut Djarot juga bisa menyerang manusia.

Belum lama ini salah satu anak buah Gatot di Pemprov DKI Jakarta masuk rumah sakit karena digigit tikus. Hal ini membuktikan gigitan tikus amat berbahaya bagi kesehatan manusia.


Djarot menyebut program ini sudah berjalan setahun terakhir di lingkungan Pemprov. Namun program di lingkungan Balai Kota ini Pemprov tidak mengeluarkan anggaran untuk "membeli" setiap tikus yang dibeli, hanya untuk menjaga kebersihan.

Ke depan rencananya aksi perburuan bukan tidak mungkin akan diperluas ke seluruh wilayah ibu kota. Warga dipersilakan menangkap tikus dan akan dihargai Rp20 ribu per ekor.

Tikus-tikus itu nantinya akan dikuburkan agar tidak menimbulkan bau dan penyakit.


Sementara itu Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, rencana perburuan tikus itu penting karena populasi tikus yang terlalu banyak bisa berdampak pada kesehatan.

"Air kencing tikus bisa membuat orang sakit, apalagi musim hujan kan banyak air," kata gubernur yang biasa disapa Ahok ini.

Menurutnya, kegiatan perburuan tikus hanya akan dilakukan setahun sekali, bukan sepanjanga tahun. Dikhawatirkan jika digelar sepanjang tahun akan memunculkan para peternak tikus untuk dijual ke Pemprov.






Sumber: cnnindonesia.com