AS IMBAU WARGANYA KELUAR DARI GAZA SECEPAT MUNGKIN
![]() |
Wilayah perbatasan Gaza-Israel terus berada dalam kondisi genting pasca perang selama Juli-Agustus panas 2014. (Reuters/Amir Cohen) |
Jakarta,
Amerika Serikat mengeluarkan imbauan kepada warganya
untuk "sesegera mungkin" meninggalkan Jaur Gaza yang dikuasai oleh
Hamas.
Imbauan ini muncul setelah militer Israel mengatakan mereka mengebom target di Gaza sejak Minggu hingga Senin, sebagai pembalasan roket yang ditembakkan dari Gaza.
Peringatan Kementerian Luar Negeri AS melarang "semua perjalanan" ke teritori [Gaza] dan "menyerukan mereka yang berada di sana untuk keluar secepat mungkin ketika perbatasan dibuka."
Imbauan ini muncul setelah militer Israel mengatakan mereka mengebom target di Gaza sejak Minggu hingga Senin, sebagai pembalasan roket yang ditembakkan dari Gaza.
Peringatan Kementerian Luar Negeri AS melarang "semua perjalanan" ke teritori [Gaza] dan "menyerukan mereka yang berada di sana untuk keluar secepat mungkin ketika perbatasan dibuka."
Washington beberapa kali memperbarui peringatan terhadap warganya di seluruh dunia.
Sebelumnya, imbauan serupa di Gaza pernah dikeluarkan oleh AS pada Desember 2015 lalu.
"Gaza berada di bawah kontrol Hamas, organisasi teroris asing. Keamanan di lingkungan Gaza dan perbatasannya berbahaya dan tidak stabil," bunyi pernyataan Kemenlu AS pada Selasa (23/8).
Meski begitu, "tidak ada indikasi bahwa warga AS menjadi target khusus karena kebangsaannya."
Sementara itu, wilayah perbatasan Gaza terus berada dalam kondisi genting pasca perang selama Juli-Agustus panas 2014 antara Israel dan Gaza, menewaskan lebih dari 2.200 warga Palestina dan 73 orang Israel.
Sebelumnya, imbauan serupa di Gaza pernah dikeluarkan oleh AS pada Desember 2015 lalu.
"Gaza berada di bawah kontrol Hamas, organisasi teroris asing. Keamanan di lingkungan Gaza dan perbatasannya berbahaya dan tidak stabil," bunyi pernyataan Kemenlu AS pada Selasa (23/8).
Meski begitu, "tidak ada indikasi bahwa warga AS menjadi target khusus karena kebangsaannya."
Sementara itu, wilayah perbatasan Gaza terus berada dalam kondisi genting pasca perang selama Juli-Agustus panas 2014 antara Israel dan Gaza, menewaskan lebih dari 2.200 warga Palestina dan 73 orang Israel.
Gelombang kekerasan juga terus meningkat di Tepi Barat sejak 2015,
dengan maraknya aksi penikaman dan penabrakan dengan sengaja. Terhitung,
sebanyak 220 warga Palestina dan 34 warga Israel tewas sejak itu.
Kemenlu AS juga mengecam rencana untuk perluasan kompleks militer di Hebron, tepi Barat, dengan pembangunan rumah-rumah bagi para pemukim.
"Jika laporan ini benar…akan menunjukkan langkah mengkhawatirkan dalam perluasan permukiman di tanah yang merupakan milik warga Palestina," kata juru bicara Kemenlu AS Mark Toner dalam pertemuan dengan wartawan di Washington.
"Kami dengan tegas menentang semua aktivitas permukiman, yang menghancurkan upaya perdamaian. Dan kami sudah berkali-kali menyatakan langkah semacam itu tidak konsisten dengan niat Israel untuk mencapai solusi dua-negara," tambahnya.
Kemenlu AS juga mengecam rencana untuk perluasan kompleks militer di Hebron, tepi Barat, dengan pembangunan rumah-rumah bagi para pemukim.
"Jika laporan ini benar…akan menunjukkan langkah mengkhawatirkan dalam perluasan permukiman di tanah yang merupakan milik warga Palestina," kata juru bicara Kemenlu AS Mark Toner dalam pertemuan dengan wartawan di Washington.
"Kami dengan tegas menentang semua aktivitas permukiman, yang menghancurkan upaya perdamaian. Dan kami sudah berkali-kali menyatakan langkah semacam itu tidak konsisten dengan niat Israel untuk mencapai solusi dua-negara," tambahnya.
Sumber: cnnindonesia.com