MENTERI SUSI AKAN TENGGELAMKAN DI NATUNA TANGGAL 17 AGUSTUS 2016
![]() |
Salah satu kapal penangkap ikan ilegal yang ditenggelamkan di Laut Natuna akhir tahun 2015. (ANTARA/Joko Sulistyo) |
Jakarta, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan
menenggelamkan kapal-kapal penangkap ikan ilegal di Natuna, Kepulauan
Riau, pada 17 Agustus bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun
Republik Indonesia.
“Ada perayaan 17 Agustus di pulau terpencil dan terdepan. Rencananya akan di Natuna. Kami ingin siapkan, sekalian dengan penenggelaman kapal,” kata Menteri KKP Susi Pudjiastuti di kantor kementeriannya, Jakarta, Senin (18/7), seperti dilansir Antara.
Meski demikian, Susi belum menyebut detail kapal mana saja yang akan ditenggelamkan di Natuna. Ada 30 lebih kapal yang bakal ditenggelamkan KKP. Di mana saja lokasi penenggelaman, juga belum disebutkan.
“Ada perayaan 17 Agustus di pulau terpencil dan terdepan. Rencananya akan di Natuna. Kami ingin siapkan, sekalian dengan penenggelaman kapal,” kata Menteri KKP Susi Pudjiastuti di kantor kementeriannya, Jakarta, Senin (18/7), seperti dilansir Antara.
Meski demikian, Susi belum menyebut detail kapal mana saja yang akan ditenggelamkan di Natuna. Ada 30 lebih kapal yang bakal ditenggelamkan KKP. Di mana saja lokasi penenggelaman, juga belum disebutkan.
Sekitar 107 kapal telah ditenggelamkan oleh KKP, di antaranya enam kapal
Malaysia, 39 kapal Vietnam, 34 kapal Filipina, 21 kapal Thailand, empat
kapal Indonesia, dua kapal Papua, dan satu kapal Tiongkok.
Salah satu aksi penenggelaman kapal oleh Menteri Susi ialah peledakan Fishing Vessel Viking, kapal pencuri ikan lintas negara yang diburu 13 negara dan Interpol. Kapal nirkewarganegaraan itu berganti nama 13 kali dan mengganti bendera asal negara 12 kali untuk kabur dari kejaran aparat di perairan internasional, sebelum akhirnya ditangkap otoritas Indonesia.
Salah satu aksi penenggelaman kapal oleh Menteri Susi ialah peledakan Fishing Vessel Viking, kapal pencuri ikan lintas negara yang diburu 13 negara dan Interpol. Kapal nirkewarganegaraan itu berganti nama 13 kali dan mengganti bendera asal negara 12 kali untuk kabur dari kejaran aparat di perairan internasional, sebelum akhirnya ditangkap otoritas Indonesia.
Susi yakin penindakan tegas terhadap kapal-kapal asing yang mengambil
ikan tanpa izin di perairan nusantara, membuat pertumbuhan sektor
perikanan Indonesia meningkat.
“Pertumbuhan ekonomi Gross Domestic Product perikanan, sejak ditertibkannya kapal-kapal illegal fishing asing ini, tumbuh menjadi 8,96 persen," ujar Susi beberapa waktu lalu usai menenggelamkan kapal Viking.
Peningkatan pendapatan di sektor perikanan, kata Susi, merupakan penyeimbang dari penurunan di pertanian dan pangan, serta menunjukkan komitmen pemerintah Indonesia dalam memberantas praktik pencurian ikan.
“Pertumbuhan ekonomi Gross Domestic Product perikanan, sejak ditertibkannya kapal-kapal illegal fishing asing ini, tumbuh menjadi 8,96 persen," ujar Susi beberapa waktu lalu usai menenggelamkan kapal Viking.
Peningkatan pendapatan di sektor perikanan, kata Susi, merupakan penyeimbang dari penurunan di pertanian dan pangan, serta menunjukkan komitmen pemerintah Indonesia dalam memberantas praktik pencurian ikan.
Sumber: cnnindonesia.com