Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

400 NELAYAN DIKIRIM KE NATUNA

Ilustrasi Nelayan Indonesia
Jakarta,  Pemerintah Indonesia segera merealisasikan rencana memenuhi Laut Natuna yang kaya ikan, dengan nelayan-nelayan negeri sendiri. Selama ini zona ekonomi ekslusif Indonesia di perairan Natuna yang berbatasan dengan wilayah sengketa Laut China Selatan, banyak diincar kapal-kapal asing penangkap ikan ilegal.

“Saat ini sudah ada 400 kapal nelayan Pantura (pantai utara Jawa) di sana,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti seperti dikutip dari Antara, Senin (18/7).

Susi berangkat ke Natuna Jumat pekan ini guna mengecek kesiapan rumah susun yang dibangun untuk nelayan-nelayan tradisional pantai utara Jawa yang bakal bermigrasi ke Natuna untuk mencari ikan di wilayah itu.

Langkah pemerintah RI mengirim nelayan-nelayan pantai utara Jawa ke Natuna muncul pascainsiden dengan China di perairan itu. Indonesia menuding kapal nelayan China, Han Tan Cou, menangkap ikan secara ilegal di Natuna, dan karenanya mengejar hingga melepas tembakan peringatan ke kapal itu.

China mengklaim zona ekonomi eksklusif Indonesia di Natuna sebagai zona perikanan tradisional mereka, dan karenanya nelayan-nelayan China memancing hingga ke Natuna. Lokasi konflik Indonesia-China di Natuna itu berjarak beberapa mil laut dari garis pantai Natuna, dan 900 mil laut dari China.
Selain mengecek rumah susun untuk para nelayan, Susi akan memantau kesiapan ruang pendingin (cold storage) ikan. Fasilitas ini penting untuk mendukung perusahaan dan investor membeli ikan dan menanamkan modal di Natuna.

Susi juga akan menghadiri peletakan batu pertama (groundbreaking) fasilitas rumah detensi untuk tahanan kapal penangkap ikan ilegal, pusat komando dan pengendalian, dan sentra perikanan terpadu.

Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan Sjarief Widjaja menyatakan, pemerintah menyiapkan anggaran Rp60 miliar untuk membangun kawasan terpadu di Natuna, termasuk cold storage berkapasitas 3.000 ton dan tempat pelelangan ikan.




Sumber: cnnindonesia.com 
Gambar: Google