KESATUAN ADALAH KEMERDEKAAN DAN KASIH
Bacaan Hari ini :
Yohanes 17:20-21 Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga
untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka;
supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam
Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya
dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.
Pernahkah Anda memperhatikan ada beberapa orang yang senang bertengkar?
Mereka suka berdebat, dan mereka tidak senang ketika mereka bahagia.
Jadi mereka berusaha mencari-cari sesuatu untuk dipermasalahkan, mencari
topik baru yang bisa diperdebatkan. Mereka senang dengan konflik.
Sungguh, cara hidup yang menyedihkan.
Waktu saya muda, sebagai orang Kristen saya merasa bahwa adalah tugas
saya untuk meluruskan semua orang. Saat itu saya sudah menjadi orang
Kristen selama sekitar setahun. Saya membaca Alkitab serta pergi ke
gereja hampir setiap hari. Di pikiran saya, saya akan meluruskan semua
orang. Begitulah cara hidup saya.
Dahulu, saya merasa tahu segalanya. Saya punya jawaban atas setiap
pertanyaan. Dan jika pandangan orang lain berbeda dengan saya, maka saya
akan berusaha mengubah pendapat mereka agar sepakat dengan saya.
Namun sekarang, saya tidak seperti itu lagi. Tentu, saya ingin semua
orang percaya pada Yesus. Tetapi apabila Anda punya pemikiran mengenai
kebenaran teologis yang sedikit berbeda dengan saya, maka itu bukan
tugas saya untuk meyakinkan Anda.
Saya senang dengan ungkapan tentang
Kekristenan ini: "Dalam hal yang esensial, bersatulah; dalam hal yang
tidak esensial, beri kebebasan; dalam segala hal, kasihilah.
Kata penting di sini mengarah pada doktrin teologis yang paling penting:
Alkitab adalah Firman Allah, Yesus Kristus adalah satu-satunya jalan
kepada Bapa, dan keselamatan hanya ada di dalam Kristus. Di dalam
hal-hal yang esensial inilah kita harus bersatu. Kita tidak boleh lembek
dengan prinsip dasar Kekristenan.
Namun dalam hal-hal yang tidak esensial, berilah kebebasan pada sesama.
Apa saja hal yang tidak penting itu? Sebagai contoh, musik. Beberapa
orang suka dengan musik yang bising. Beberapa suka yang tenang.
Beberapa
orang suka dengan aliran musik tertentu. Beberapa orang suka jenis
musik lain. Ini hanya hal-hal yang sekunder. Kita tak boleh terpecah
belah hanya karena hal-hal semacam ini. Kita harus menghormati pilihan
orang lain.
Yang terakhir, dalam segala hal, bermurah hatilah. Bermurah hati adalah kata lain dari mengasihi. Jadi, saling mengasihilah.
Mari saling mengasihi dan bermurah hati
terutama kepada saudara-saudara
seiman di dalam Kristus
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg
Laurie)
Sumber : google.com