GEMPA 6,4 SR GUNCANG TAIWAN
![]() |
Gempa bumi berkekuatan 6,4 SR mengguncang Taiwan pada Sabtu (6/2) menewaskan seorang bayi berusia 10 hari dan pria berusia 40 tahun. (Reuters/Pichi Chuang) |
Jakarta, Gempa bumi berkekuatan 6,4 skala richter
mengguncang Taiwan selatan pada Sabtu (6/2) sekitar pukul 4 pagi waktu
setempat. Gempa ini menyebabkan sebuah gedung apartemen 17 lantai
runtuh, dua orang tewas dan lebih dari 100 orang dikhawatirkan
terperangkap.
Dilaporkan Reuters, menurut laporan pejabat pemerintah setempat, dua
korban yang tewas di apartemen yang runtuh itu merupakan seorang bayi
perempuan berusia 10 hari dan seorang pria berusia 40 tahun.
Tim penyelamat menggunakan anjing dan peralatan pelacak sembari menyisir
reruntuhan bangunan untuk mendeteksi apakah ada korban yang masih
terperangkap dalam reruntuhan.
Sejauh ini, tim penyelamat berhasil
menyelamatkan sekitar 120 orang. Puluhan orang yang terluka parah segera
dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Survei Geologi AS, USGS memaparkan bahwa gempa ini berpusat 43 km sebelah tenggara Tainan, dan memiliki kedalaman 23 km. Sementara, Biro Pusat Cuaca Taiwan melaporkan sejumlah gempa susulan mengguncang Tainan setelah itu.
Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri RI, Lalu Muhammad Iqbal, menyatakan telah berkomunikasi dengan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei untuk mencari tahu apakah ada warga negara Indonesia yang turut menjadi korban dalam gempa ini.
Survei Geologi AS, USGS memaparkan bahwa gempa ini berpusat 43 km sebelah tenggara Tainan, dan memiliki kedalaman 23 km. Sementara, Biro Pusat Cuaca Taiwan melaporkan sejumlah gempa susulan mengguncang Tainan setelah itu.
Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri RI, Lalu Muhammad Iqbal, menyatakan telah berkomunikasi dengan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei untuk mencari tahu apakah ada warga negara Indonesia yang turut menjadi korban dalam gempa ini.
Iqbal memaparkan bahwa menurut data KDEI Taipei, jumlah WNI yang terdata
di wilayah tersebut sebanyak 17.000 orang. Sebanyak 16.800 di antaranya
merupakan TKI, sementara sisanya pelajar serta WNI lainnya.
"KDEI sudah mencoba melakukan kontak dengan simpul-simpul WNI di Tainan namun hingga saat ini belum bisa dihubungi. Kemlu sudah meminta bantuan pihak KDEI untuk komunikasi dengan otoritas setempat dan jika perlu mengiirmkan tim Ke lokasi guna melihat kondisi terakhir dan kemungkinan kondisi WNI," ujar Lalu dalam pesan yang diterima CNN Indonesia, Sabtu (6/2).
Sementara di Taiwan, seorang tukang ledeng mengaku menggunakan peralatan dan tangga untuk membuka daun jendela dan menyelamatkan seorang wanita yang berteriak dan menangis meminta bantuan ketika apartemen runtuh.
"Dia meminta saya untuk kembali dan menyelamatkan suaminya, anaknya, tapi saya takut ada ledakan gas jadi saya tidak ke sana. Pada waktu itu. ada lebih banyak orang menyerukan bantuan, tapi tangga saya tidak cukup panjang sehingga tidak ada cara untuk menyelamatkan mereka," ujar sang tukang ledeng yang tak memberikan namanya.
"KDEI sudah mencoba melakukan kontak dengan simpul-simpul WNI di Tainan namun hingga saat ini belum bisa dihubungi. Kemlu sudah meminta bantuan pihak KDEI untuk komunikasi dengan otoritas setempat dan jika perlu mengiirmkan tim Ke lokasi guna melihat kondisi terakhir dan kemungkinan kondisi WNI," ujar Lalu dalam pesan yang diterima CNN Indonesia, Sabtu (6/2).
Sementara di Taiwan, seorang tukang ledeng mengaku menggunakan peralatan dan tangga untuk membuka daun jendela dan menyelamatkan seorang wanita yang berteriak dan menangis meminta bantuan ketika apartemen runtuh.
"Dia meminta saya untuk kembali dan menyelamatkan suaminya, anaknya, tapi saya takut ada ledakan gas jadi saya tidak ke sana. Pada waktu itu. ada lebih banyak orang menyerukan bantuan, tapi tangga saya tidak cukup panjang sehingga tidak ada cara untuk menyelamatkan mereka," ujar sang tukang ledeng yang tak memberikan namanya.
Rumah sakit terdekat melaporkan terdapat 58 orang korban gempa yang
mereka tangani, sebagian besar di antaranya menderita luka ringan.
"Ada 60 keluarga di gedung itu," kata petugas informasi pemadam kebakaran Tainan, Lee Po Min, sembari memperkirakan terdapat sekitar 240 orang yang tinggal di apartemen itu.
Presiden Taiwan Ma Ying-jeou, sebelum berangkat ke lokasi bencana, menyatakan pihak berwenang belum dapat memastikan besarnya bencana yang ditimbulkan oleh gempa ini.
"Situasi bencana belum jelas. Kami akan melakukan yang terbaik untuk menyelamatkan dan mengamankan," kata Ma.
Perusahaan kereta api, Taiwan High Speen Rail Corp menangguhkan sejumlah jalur menuju selatan Taiwan dan tengah menyelidiki apakah terdapat kerusakan pada jalur kereta di sekitar wilayah itu.
"Ada 60 keluarga di gedung itu," kata petugas informasi pemadam kebakaran Tainan, Lee Po Min, sembari memperkirakan terdapat sekitar 240 orang yang tinggal di apartemen itu.
Presiden Taiwan Ma Ying-jeou, sebelum berangkat ke lokasi bencana, menyatakan pihak berwenang belum dapat memastikan besarnya bencana yang ditimbulkan oleh gempa ini.
"Situasi bencana belum jelas. Kami akan melakukan yang terbaik untuk menyelamatkan dan mengamankan," kata Ma.
Perusahaan kereta api, Taiwan High Speen Rail Corp menangguhkan sejumlah jalur menuju selatan Taiwan dan tengah menyelidiki apakah terdapat kerusakan pada jalur kereta di sekitar wilayah itu.
Sumber: cnnindonesia.com