Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

JOKOWI IZINKAN LUHUT DIPERIKSA MKD

Menkopolhukam Luhut Binsar Pandjaitan mengaku sudah diberi izin Presiden Joko Widodo untuk diperiksa MKD dan menjelaskan semua masalah soal pencatutan nama.
Jakarta -- Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan mengaku diminta Presiden Joko Widodo untuk memberikan penjelasan selengkap mungkin di depan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). 

Luhut siap memberikan kesaksian di depan sidang MKD soal pencatutan nama Presiden, Wakil Presiden, dan Luhut sendiri dalam rekaman Ketua DPR Setya Novanto saat bertemu petinggi Freeport.

"'Pak Luhut, pergi saja, jelaskan semua,'" kata Luhut menirukan perintah Jokowi di Kantor Presiden, Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat kemarin.


Luhut mengaku telah melaporkan semua hal yang ia ketahui kepada Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Jika memang dipanggil MKD, ia berjanji akan membeberkan seluruh informasi terkait perpanjangan kontrak perusahaan pertambangan asal Amerika Serikat itu.

"Saya sudah lapor ke Presiden, kalau saya dipanggil, saya akan datang," katanya.

Terkait pencatutan namanya oleh Setya, Luhut menganggap itu sebagai hal yang biasa, karena, menurutnya, namanya memang sering disebut-sebut oleh berbagai pihak untuk berbagai keperluan.

"Di luar pun nama saya banyak disebut, karena saya orang beken," ujarnya bercanda.

Menurut Luhut, sebenarnya tidak ada substansi yang berkaitan dengannya pada sidang MKD ini.

Yang jelas, tutur mantan Kepala Kantor Staf Presiden itu, posisinya saat ini tetap teguh untuk tidak menyetujui perpanjangan kontrak Freeport.

Nama Luhut disebut sebanyak 66 kali dalam percakapan antara Setya, pengusaha M Riza Chalid dan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin.

Dalam percakapan itu Luhut disebut dekat dengan Jokowi dan punya peran besar untuk bisa memperpanjang kontrak karya Freeport di Indonesia.




Sumber: cnnindonesia.com