DITEMUKAN KOTA BAWAH TANAH KOMUNITAS PURBA KAPADOKIA-TURKI
![]() |
Kota bawah tanah di Kapadokia, Turki. (Foto-foto: Hurriyet Daily) |
NEVSEHIR – Sebuah kota
bawah tanah ditemukan kawasan wisata Kapadokia di Turki. Jauh lebih tua
daripada kota bawah tanah sejenis di Kaymakli dan Derinkuyu—juga di
Kapadokia—dan merupakan permukiman permanen.
Diberitakan oleh hurriyetdailynews.com,
akhir November lalu, penemuan ini akan “menulis ulang sejarah kota,”
menurut wali kota Nevsehir, Provinsi Anatolia Tengah, Turki. Ia
menambahkan mereka menemukan bahwa orang-orang pernah tinggal secara
permanen di kota bawah tanah itu.
Tidak seperti kota-kota lain—sebagian
besar rumahnya diukir di batu karang—untuk perlindungan sementara.
Hasan Unver, wali kota Nevsehir, tempat Kapadokia, mengatakan temuan
baru kota bawah tanah diduga bertarikh hingga era Het. Orang Het di
Alkitab disebut-sebut sejak zaman Abraham.
Mereka adalah bangsa besar
yang menguasai daerah Turki modern berpusat di Anatolia Tengah—di utara
Lebanon. Uria, suami Betsyeba—setelah dibunuh Daud, istrinya diperistri
Daud—adalah orang Het.
“Kami telah mencapai penemuan yang signifikan; terowongan panjang dan
ruang tempat orang tinggal bersama-sama.
Tempat minyak biji rami
diproduksi, kapel, dan terowongan menggabungkan berbagai ruang hidup di
kota bawah tanah yang ditemukan,” kata Unver. Keberadaan kapel
menandakan komunitas Kristen mula-mula juga pernah tinggal di situ.
Komunitas Kristen Purba di kawasan Asia Kecil pada masa pemerintah
Romawi mendapat banyak penganiayaan. Dan, kota-kota bawah tanah menjadi
perlindungan.
Kota bawah tanah ditemukan oleh Administrasi Pembangunan Perumahan
Turki (TOKI) dalam proyek transformasi perkotaan. Sekitar 1.500 bangunan
yang terletak di dalam dan sekitar benteng NevÅehir dihancurkan, dan
kota bawah tanah ditemukan ketika mulai pembersihan lahan untuk
membangun gedung baru mulai.
“Ini adalah sebuah kota bawah tanah yang nyata tempat mereka tinggal
secara permanen dan tidak seperti kota-kota bawah tanah lain di mana
mereka tinggal sementara,” kata Unver. “Kami juga mendapat informasi
yang sangat penting dan penemuan tentang sejarah dunia.”
Wali kota mengatakan mereka merencanakan untuk melakukan pembukaan
bagian pertama dari penggalian kota bawah tanah pada tahun 2017.
Ekskavasi dilakukan di bawah bimbingan arkeolog Semih Istanbulluoglu dan
kendali dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.
Istanbulluoglu bahkan menduga sejarah kota bawah tanah bisa ditarik
sebelum era orang Het. Namun, menambahkan informasi ini akan
dikonfirmasi setelah finalisasi pekerjaan laboratorium atas penggalian
itu.
Dia menambahkan mereka telah menemukan pipa tembakau yang terbuat
dari meerschaum, menambahkan mereka belum bisa memastikan penanggalannya
dengan pasti.
“Ini dapat memberikan informasi yang jelas tentang sejarah umat manusia,” kata Istanbulluoglu.
Perwakilan UNESCO Ashish Kothari telah memeriksa kota bawah tanah
pada bulan Juni dan diberi tahu tentang pekerjaan restorasi saat ini di
wilayah tersebut. Di situ, ia mengambil foto dari artefak sejarah yang
digali selama penggalian.
Daerah di sekitar kota bawah tanah di NevÅehir dikenal di seluruh
dunia dengan nama “Kota Cerobong Asap Dunia Peri” karena terdapat
formasi batuan berbentuk cerobong asap. Daerah itu sudah masuk daftar
warisan dunia UNESCO.
Ozcan Çakir, profesor di departemen teknik geofisika dari Universitas
18 Maret dan terlibat dalam penggalian kota bawah tanah, telah
mengatakan selama awal-awal penemuan kota pada akhir 2014 mereka percaya
terowongan itu digunakan untuk membawa produk pertanian.
“Kami percaya bahwa orang-orang, yang bergerak di bidang pertanian,
menggunakan terowongan untuk membawa produk pertanian ke kota. Kami juga
memperkirakan bahwa salah satu terowongan lewat di bawah NevÅehir dan
mencapai ke sumber air yang jauh,” kata Çakir.
Sumber: satuharapan.com