Abrasi yang terjadi selama 20 tahun
terakhir telah menenggelamkan dua dusun di Desa Bedono, Demak, Jawa
Tengah, yang membuat lebih dari 250 kepala keluarga (KK) dipindahkan,
sementara ancaman abrasi masih terjadi.
Saya menyusuri Dusun Rejosari atau Senik bersama dengan Nurohman dan Mohamad Rifai, yang dulu merupakan warga dusun ini.“Ini yang dilewati sungai, itu dulu jalan, beton jalan dulu mobil bisa lewat sini sebelum abrasi, setelah abrasi jalan itu tenggelam,” jelas Nurohman.
Nurohman mengatakan banjir rob sudah mulai dirasakan sejak 1995 lalu dan semakin parah sehingga menenggelamkan rumah-rumah warga pada tahun 2006.
“Pernah ketika salat Jumat rob naik, saat pulang sarung basah semua, pernah saya tidur di lantai, lantai saya tenggelam jadi saya basah, kasur tenggelam. Ketika itu saya tidur di lantai,” ungkap Nurohmann.