KANADA AKAN TETAP MENAMPUNG 25 RIBU PENGUNGSI SURIAH
![]() |
Banyak yang mengaitkan serangan teroris di Paris dengan pengungsi Suriah, namun ini tidak mengubah keputusan Kanada untuk menampung sejumlah besar pengungsi. (Reuters/Chris Wattie) |
Jakarta
--
Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengatakan
bahwa negaranya akan tetap menampung 25 ribu pengungsi Suriah sebelum 1
Januari, namun ia kini menghadapi tekanan untuk meningkatkan prosedur
keamanan demi memastikan ISIS tak menyelundup di antara pengungsi.
Usai serangan mematikan di Paris pada Jumat lalu, banyak politisi di Eropa dan Amerika Utara memperingatkan bahwa negara mereka menanggung risiko dengan mengizinkan ribuan pengungsi masuk tanpa memastikan apakah ada beberapa kelompok radikal menyusup.
Laporan yang menyebutkan bahwa setidaknya satu pelaku penyerangan Paris adalah seorang pengungsi yang masuk lewat Yunani meningkatkan kekhawatiran itu.
Usai serangan mematikan di Paris pada Jumat lalu, banyak politisi di Eropa dan Amerika Utara memperingatkan bahwa negara mereka menanggung risiko dengan mengizinkan ribuan pengungsi masuk tanpa memastikan apakah ada beberapa kelompok radikal menyusup.
Laporan yang menyebutkan bahwa setidaknya satu pelaku penyerangan Paris adalah seorang pengungsi yang masuk lewat Yunani meningkatkan kekhawatiran itu.
“Kami akan menerima 25 ribu pengungsi Suriah dari sekarang hingga 1
Januari,” kata Trudeau yang menang dalam pemilu Kanada Oktober lalu,
Minggu (15/11), ketika berpidato di pertemuan G20, Turki.
Perdebatan soal keamanan dan arus pengungsi di Kanada memanas terutama di wilayah Quebec, bagian Kanada yang berbahasa Perancis, dan sama seperti Perancis, memiliki komunitas Afrika Utara yang besar.
Tahun lalu, dua Muslim kelahiran Quebec melakukan serangan terpisah terhadap tentara Kanada, dekat Montreal dan di gedung parlemen di Ottawa, dua tewas.
Petisi secara daring diluncurkan pada Sabtu oleh warga Quebec, meminta pemerintah Kanada menunda rencana untuk membiarkan pengungsi masuk. Pada Minggu malam, petisi ini sudah ditandatangani oleh 33 ribu orang.
“Jika kita ingin membantu orang-orang ini, bantu mereka di rumah, dirikan kamp di sana dan bantu di sana,” ujar salah satu warga dalam petisi. “Untuk jangka waktu pendek dan panjang, tak ada alasan dan berbahaya untuk membiarkan mereka di sini.”
Rencana Quebec untuk menerima sekitar 200 keluarga Suriah sudah menjadi hal kontroversial bahkan sebelum insiden Paris terjadi. Pekan lalu, sebuah spanduk bertuliskan “Pengungsi: Tidak, terima kasih” digantung di dekat jalan layang kota itu.
Kanada berencana untuk membawa masuk pengungsi Suriah di kamp mereka di Turki, Yordania dan Libanon, via pesawat komersial dan militer, dan kapal.
Simpati masyarakat Kanada terhadap pengungsi meningkat pesat setelah tubuh bocah Suriah yang tewas tenggelam dan terdampar di pantai Turki pada September lalu menyebar.
Sekitar 3.000 pengungsi diharapkan akan tiba di Alberta, pusat industri Kanada. Wali Kota Calgary, Naheed Nenshi, wali kota Muslim pertama di kota besar negara Amerika Utara itu, menepis berita banyak media yang menghubungkan serangan Paris dengan pengungsi Suriah.
Ditanya apakah ia tetap ingin menerima pengungsi dalam jumlah besar di Calgary, Nenshi mencuit di Twitter, “Mereka mencoba melarikan diri dari orang yang melakukan kekerasan ini terus-menerus. Jadi, ya."
Perdebatan soal keamanan dan arus pengungsi di Kanada memanas terutama di wilayah Quebec, bagian Kanada yang berbahasa Perancis, dan sama seperti Perancis, memiliki komunitas Afrika Utara yang besar.
Tahun lalu, dua Muslim kelahiran Quebec melakukan serangan terpisah terhadap tentara Kanada, dekat Montreal dan di gedung parlemen di Ottawa, dua tewas.
Petisi secara daring diluncurkan pada Sabtu oleh warga Quebec, meminta pemerintah Kanada menunda rencana untuk membiarkan pengungsi masuk. Pada Minggu malam, petisi ini sudah ditandatangani oleh 33 ribu orang.
“Jika kita ingin membantu orang-orang ini, bantu mereka di rumah, dirikan kamp di sana dan bantu di sana,” ujar salah satu warga dalam petisi. “Untuk jangka waktu pendek dan panjang, tak ada alasan dan berbahaya untuk membiarkan mereka di sini.”
Rencana Quebec untuk menerima sekitar 200 keluarga Suriah sudah menjadi hal kontroversial bahkan sebelum insiden Paris terjadi. Pekan lalu, sebuah spanduk bertuliskan “Pengungsi: Tidak, terima kasih” digantung di dekat jalan layang kota itu.
Kanada berencana untuk membawa masuk pengungsi Suriah di kamp mereka di Turki, Yordania dan Libanon, via pesawat komersial dan militer, dan kapal.
Simpati masyarakat Kanada terhadap pengungsi meningkat pesat setelah tubuh bocah Suriah yang tewas tenggelam dan terdampar di pantai Turki pada September lalu menyebar.
Sekitar 3.000 pengungsi diharapkan akan tiba di Alberta, pusat industri Kanada. Wali Kota Calgary, Naheed Nenshi, wali kota Muslim pertama di kota besar negara Amerika Utara itu, menepis berita banyak media yang menghubungkan serangan Paris dengan pengungsi Suriah.
Ditanya apakah ia tetap ingin menerima pengungsi dalam jumlah besar di Calgary, Nenshi mencuit di Twitter, “Mereka mencoba melarikan diri dari orang yang melakukan kekerasan ini terus-menerus. Jadi, ya."
Sumber: cnnindonesia.com