Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

PAN SUDAH SODORKAN LIMA NAMA CALON MENTERI KE ISTANA

Presiden Joko Widodo memberikan keterangan bersama Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan di Istana Negara Rabu (2/9/2015)
Jakarta -- Partai Amanat Nasional diprediksi akan masuk ke dalam jajaran Kabinet Kerja pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla pada reshuffle jilid kedua. Bahkan, tersiar kabar bahwa PAN telah menyerahkan lima nama calon pengisi jajaran menteri Kabinet Kerja kepada Presiden Jokowi.
Politikus PAN Muslim Ayub membenarkan kabar bahwa partainya telah menyerahkan lima nama kepada presiden. Namun, dia hanya memprediksi kemungkinan PAN akan mendapat pos di bidang hukum, meski belum mengetahuinya secara pasti.

"Belum tahu pastinya. Ada kemungkinan di Menkopolhukam atau Jaksa Agung. Tetapi kita serahkan sepenuhnya kepada presiden," kata Ayub di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (19/10).
 
Anggota komisi hukum parlemen itu menyatakan, kelima nama yang diserahkan merupakan permintaan Presiden Jokowi kepada PAN. Dia menolak jika PAN yang menyodorkan nama tanpa ada permintaan.

"Tidak mungkinlah kita mengusulkan tanpa diminta, malu lah. Karena diminta, maka kami usulkan," ujar Ayub.

Hal senada juga diungkapkan politikus PAN Totok Daryanto. Anggota Komisi VII DPR itu menyatakan PAN telah menyerahkan lima nama atas permintaan Presiden Jokowi dan tinggal menunggu keputusan.

"Infonya seperti itu, qualified semua. Sekarang tinggal kewenangan presiden," ujar Totok.

Meski demikian, tidak semua politikus PAN mengetahui usulan ini. Seperti Politikus PAN Teguh Juwarno mengaku belum mengetahui perihal kabar tersebut karena belum ada permintaan dari Presiden Jokowi untuk meminta kepada PAN menyerahkan nama calon menteri Kabinet Kerja.

Selain itu, anggota Komisi X DPR itu juga mengaku belum ada pembicaraan di internal partai, yang disampaikan Zulkifli Hasan selaku ketua umum. Saat ini, menurutnya, PAN masih menunggu sinyal dari istana. Namun, dia memastikan PAN akan siap jika diminta Presiden Jokowi menyerahkan nama calon menteri.

"Jangankan lima, sepuluh juga kita siapkan. Tetapi kalau tidak ada permintaan, ngapain kita sodorkan, malu lah kita," ujar Teguh.

Teguh menjelaskan, secara umum terdapat persoalan di kabinet, sehingga membutuh reshuffle jilid kedua. Dia mengandaikan jajaran menteri Kabinet Kerja seperti klub sepak bola Chelsea yang pertahanannya tidak dalam performa terbaik. Sehingga, sang pelatih Jose Mourinho pun harus memutuskan untuk melakukan pergantian pemain.

"Begitu pula dengan kabinet sekarang, dalam hal ekonomi, penegakan hukum, dan persoalan sosial. Presiden harus melihat secara objektif, sehingga harus memasang tim terbaik," kata Teguh.

Sebelumnya, Muslim Ayub mengatakan PAN ingin bersama-sama mendukung kebijakan pemerintah melalui hadirnya dalam Kabinet Kerja. Hal itu disampaikannya pasca pertemuan Ketua Mahkamah PAN Soetrisno Bachir dan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada Selasa (13/10) lalu.

"Kalau membantu pemerintahan Jokowi, maunya PAN ikut bersama-sama. Kami harus tampil dalam kabinet itu," ujar Muslim Ayub di Gedung Nusantara III DPR, Jakarta, Kamis (15/10).

Hal serupa sebelumnya disampaikan Soetrisno. Ia mempertanyakan bagaimana PAN dapat memberikan masukan apabila belum terlibat secara langsung di pemerintahan. Isu masuknya PAN dalam reshuffle jilid II pun semakin santer terdengar setelah pertemuan ini.




Sumber: cnnindonesia.com
Foto:  detik.com