55 TAHUN DOMPET YANG HILANG, AKHIRNYA KEMBALI
![]() |
. Bill Leech (73) memperlihatkan dompet dan isinya yang hilang 55 tahun lalu di Perancis |
GRENOBLE- Bill Leech (73) sangat terkejut karena dia "berkumpul" kembali dengan
dompetnya yang hilang saat dia menuntut ilmu di Perancis, 55 tahun
lalu.
Bill baru berusia 18 tahun saat belajar bahasa Perancis di Universitas Grenoble pada 1960. Saat itulah dia kehilangan dompet yang berisi kartu identitas dan SIM miliknya.
Bill dan teman-temannya sedang makan siang di sebuah resor ski di Chamrousse saat dia tak sengaja menjatuhkan dompetnya di tempat itu.
Dia baru sadar jika dompetnya hilang beberapa jam kemudian. Saat dia kembali ke bar itu dia tak menemukan dompet itu. Bill yakin dompet itu hilang dicuri atau jatuh dan tertimbun salju.
Hebatnya, lebih dari setengah abad kemudian ditemukan, setelah bar tempat Bill makan siang itu dipindahkan ke tempat baru sekitar 124 kilometer jauhnya.
Seorang tukang kayu menemukan dompet itu terjepit di dalam sebuah rongga. Tukang kayu itu kemudian menghubungi seorang wanita asal Wales yang tinggal di Grenoble untuk membantu melacak keberadaan Bill.
Sally Monro, nama perempuan Wales itu, memeriksa isi dompet itu dan setelah melakukan pencarian lewat internet dia menemukan identitas pemilik dompet itu.
Lewat pencarian internet Sally mengetahui Bill kini sudah menjadi ketua dewan sebuah wilayah di Warwickshire, Inggris.
Sally lalu menelepon Bill pada Agustus lalu dan memastikan bahwa pria itu adalah pemilik dompet yang ditemukan si tukang kayu.
Sally kemudian mengatur penerbangan untuk Bill agar pria itu bisa mengambil sendiri dompet yang hilang lebih dari lima dekade lalu itu.
Pekan lalu, Bill datang ke Grenoble. Tak hanya untuk "menjemput" dompetnya, kesempata itu juga digunakan untuk mengenang masa lalu.
"Saat itu saya seharusnya belajar bahasa Perancis, namun ternyata saya lebih banyak belajar ski," ujar kakek dua cucu itu.
"Saat main ski di Chamrousse, sekitar 19 kilometer dari Grenoble, saya kehilangan dompet itu," kenang Bill.
"Dompet saya itu berisi kartu mahasiswa, surat izin mengemudi terbitan Inggris dan STNK skuter Lambretta 125 milik saya," tambah Bill.
Beruntung, lanjut Bill, dia tak kehilangan surat izin bermain ski, sehingga dia bisa melanjutkan hobinya itu.
"Saat itu saya tak memikirkannya lagi karena tak ada banyak uang dan dokumen penting di dalamnya. Saya bisa mengganti semua dokumen itu di Inggris," ujarnya.
Meski demikian, Bill sangat terkejut sekaligus senang bisa menemukan kembali dompetnya yang hilang itu.
Bill baru berusia 18 tahun saat belajar bahasa Perancis di Universitas Grenoble pada 1960. Saat itulah dia kehilangan dompet yang berisi kartu identitas dan SIM miliknya.
Bill dan teman-temannya sedang makan siang di sebuah resor ski di Chamrousse saat dia tak sengaja menjatuhkan dompetnya di tempat itu.
Dia baru sadar jika dompetnya hilang beberapa jam kemudian. Saat dia kembali ke bar itu dia tak menemukan dompet itu. Bill yakin dompet itu hilang dicuri atau jatuh dan tertimbun salju.
Hebatnya, lebih dari setengah abad kemudian ditemukan, setelah bar tempat Bill makan siang itu dipindahkan ke tempat baru sekitar 124 kilometer jauhnya.
Seorang tukang kayu menemukan dompet itu terjepit di dalam sebuah rongga. Tukang kayu itu kemudian menghubungi seorang wanita asal Wales yang tinggal di Grenoble untuk membantu melacak keberadaan Bill.
Sally Monro, nama perempuan Wales itu, memeriksa isi dompet itu dan setelah melakukan pencarian lewat internet dia menemukan identitas pemilik dompet itu.
Lewat pencarian internet Sally mengetahui Bill kini sudah menjadi ketua dewan sebuah wilayah di Warwickshire, Inggris.
Sally lalu menelepon Bill pada Agustus lalu dan memastikan bahwa pria itu adalah pemilik dompet yang ditemukan si tukang kayu.
Sally kemudian mengatur penerbangan untuk Bill agar pria itu bisa mengambil sendiri dompet yang hilang lebih dari lima dekade lalu itu.
Pekan lalu, Bill datang ke Grenoble. Tak hanya untuk "menjemput" dompetnya, kesempata itu juga digunakan untuk mengenang masa lalu.
"Saat itu saya seharusnya belajar bahasa Perancis, namun ternyata saya lebih banyak belajar ski," ujar kakek dua cucu itu.
"Saat main ski di Chamrousse, sekitar 19 kilometer dari Grenoble, saya kehilangan dompet itu," kenang Bill.
"Dompet saya itu berisi kartu mahasiswa, surat izin mengemudi terbitan Inggris dan STNK skuter Lambretta 125 milik saya," tambah Bill.
Beruntung, lanjut Bill, dia tak kehilangan surat izin bermain ski, sehingga dia bisa melanjutkan hobinya itu.
"Saat itu saya tak memikirkannya lagi karena tak ada banyak uang dan dokumen penting di dalamnya. Saya bisa mengganti semua dokumen itu di Inggris," ujarnya.
Meski demikian, Bill sangat terkejut sekaligus senang bisa menemukan kembali dompetnya yang hilang itu.
Sumber: kompas.com